1. ...
           Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir (kedua dari kiri), saat mengunjungi pabrik PT. VS Technology Indonesia di Cikarang,
          Jawa Barat, Rabu (11/1/2017). 


Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang segera memasarkan ponsel pintar karya mereka.

Melalui skema pendanaan inovasi perguruan tinggi di industri, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2016 mendanai institut yang terletak di Bandung itu untuk mengembangkan dan mendistribusikan massal ponsel pintar 4G.

Kerja sama akademisi, industri, pelaku pasar, dan pemerintah tersebut membuahkan hasil. Pada Rabu (11/1/2017), Menristekdikti, Mohamad Nasir, meresmikan produksi perdana ponsel pintar 4G buatan Pusat Mikroelektronik (PME) ITB tersebut.

"Saya merasa bangga betul. Semoga produk ini bisa mengambil pasar, network harus kita bangun. Mudah-mudahan produk ini bisa kompetitif, punya nilai tambah, dan menjadi kebanggaan, " ujar Nasir saat kunjungan kerja ke PT. VS Technology Indonesia.

Dilasir dari Liputan6.com (11/1), produksi massal ponsel Android ini akan diadopsi dan dilanjutkan oleh Koperasi Digital Indonesia Mandiri (Digital Coop), kerja sama antara ITB, PT Jalawave Integra bertindak sebagai investor, PT VS Technology Indonesia untuk produksi, dan PT TSM membantu ITB dalam hal desain, termasuk impor komponen.

Produksinya akan dilaksanakan di dalam negeri, di pabrik perakitan Cikarang, Bekasi.

Uniknya, pemasaran ponsel ini akan menggunakan model bisnis yang tidak biasa. Gawai perdana yang kemungkinan akan dinamakan Digicoop 01 ini khusus diperuntukkan bagi para anggota koperasi di Indonesia, tidak dijual bebas.

Ponsel tersebut akan didistribusikan ke beberapa koperasi untuk selanjutnya dibagikan kepada anggota guna menjalankan bisnis digital koperasi. Sebagai langkah pertama, akan diproduksi 5.000 unit ponsel.

Setiap anggota yang sudah memenuhi syarat, yakni memiliki simpanan pokok dan wajib Rp1,3 juta, akan diberi ponsel yang telah berisikan aplikasi koperasi serta aplikasi-aplikasi umum yang biasa ditemukan di ponsel pintar.

Kehadirannya akan menjadi penghubung antara anggota dan koperasi. Selain sebagai tanda keanggotaan, ponsel juga menjadi alat bagi anggota berpartisipasi aktif dalam kegiatan bisnis digital Indonesia.

Karena dirancang untuk menjadi platform ekonomi digital berbasis kerakyatan, maka semua pendapatan digital yang didapat akan dikembalikan ke pengguna (anggota koperasi). 

Pengembalian ini dapat berupa bentuk manfaat (penggunaan ponsel secara gratis), maupun dalam bentuk finansial. Contohnya, untuk berbagai hal seperti pembelian pulsa juga dalam bentuk pembagian keuntungan koperasi (SHU) di setiap akhir tahun.

Ketua Umum Digital Coop, Henry Kasyfi Soemartono, menuturkan, "Korporasi lain bisa melakukan investasi, tapi tidak memiliki hak suara. Jadi benar-benar berbasis kerakyatan, yang anggotanya adalah WNI. Hanya dengan menabung di koperasi, para anggota akan mendapatkan smartphone buatan anak bangsa. Dan setiap dua tahun sekali ponsel tersebut akan diganti dengan tipe terbaru."


FITUR FITUR DIGICOOP



Sumber : https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/ponsel-4g-buatan-itb-siap-diproduksi-massal